Translate

Jumat, 03 Mei 2013

Pelabuhan Perikanan




1. Definisi Pelabuhan Perikanan

Pelabuhan adalah daerah perairan yang terlindung dari gelombang yang di lengkapi dengan fasilitas terminal laut yang meliputi dermaga tempat kapal dapat bertambat untuk melakukan bongkar muat barang dan sebagai tempat penyimpanan untuk menunggu keberangkatan berikutnya
(Bamban triatmono, 2002)

Pelabuhan perikanan adalah suatu kawasan perikanan yang berfungsi sebagai tempat labuh kapal perikanan, tempat pendaratan ikan, tempat pemasaran, tempat pelaksanaan, pembinaan mutu hasil perikanan, tempat pengumpulan data tangkapan, tempat pelaksanaan penyuluhan serta pengembangan masyarakat nelayan dan tempat untuk memperlancar operasional kapal perikanan
(Direktorat jendral perikanan tangkap, 2005)

Menurut peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor per.16/men/2006 tentang pelabuhan perikanan,
pelabuhan perikanan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang di gunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh dan bongkar muat ikan yang di lengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi

2. Klasifikasi Pelabuhan Perikanan

Berdasarkan peraturan menteri kelautan dan perikanan nomor per.16/men/2006 klasifikasi besar kecilnya skala usaha pelabuhan perikanan di bedakan menjadi empat tipe pelabuhan,

a. Tipe A, pelabuhan perikanan samudera (PPS) di peruntukkan bagi kapal perikanan yang di operasikan di perairan samudera yang lazim di golongkan ke dalam armada perjalan jarak jauh sampai ke perairan laut teritorial, ZEEI, dan laut lepas.

b. Tipe B, pelabuhan perikanan nusantara (PPN) di peruntukkan bagi kapal perikanan yang beroperasi di perairan nusantara yang lazim di golongkan ke dalam armada perikanan jarak sedang sampai ke perairan ZEEI dan laut teritorial.
c. Tipe C, pelabuhan perikan pantai (PPP) di peruntukkan bagi kapal perikanan yang beroperasi di perairan pantai/pedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial.

d. Tipe D, pangkalan pendaratan ikan (PPI) di peruntukkan bagi kapal perikanan yang beroperasi di perairan pantai/pedalaman

3. Karekteristik Pelabuhan Perikanan

Pelabuhan perikanan ideal harus mempunyai sifat dan fasilitas-fasilitas sehingga pelabuhan tersebut dapat berfungsi dengan baik, beberapa sifat alami harus di miliki agar pembangunan pelabuhan dapat dilakukan dengan biaya yang relatif kecil,

Menurut bjurke (dalam ayodhyoa, 1975) pelabuhan perikanan yang ideal memiliki karekteristik sebagai berikut:
a) jarak tidak terlalu jauh dari fishing ground
b) lokasi berhubungan dengan daerah pemasaran ikan
c) memiliki daerah yang luas untuk pendaratan ikan dan industri penunjang lainnya
d) tempatnya menarik untuk tempat tinggal nelayan, penjual ikan dan pengusaha ikan
e) aman dalam segala cuaca
f) aman secara alami dan buatan bagi kapal yang berlabuh dari segala cuaca waktu
g) biaya masuk akal untuk mendapatkan kedalaman air yang memadai pada alur pelabuhan dan pangkalan pelabuhan
h) biaya untuk pengerukan pelabuhan murah
i) daerah cocok untuk membangun pemecah gelombang pangkalan pelabuhan, dan sarana di pantai menjadi satu unit yang di sesuaikan dengan perencanaan terpadu,
j) daerah luas sehingga tidak menyulitkan pengembangan pelabuhan.

4. Fungsi Dan Peranan Pelabuhan Perikanan

Fungsi dan peranan pelabuhan perikanan mengacu pada keputusan menteri perikanan dan perundangan yang berlaku, juga harus sesuai dengan keadaan pelabuhan serta potensi yang ada

5. Fasilitas Pelabuhan

Pemen kelautan dan perikanan nomor per.16/men/2006 menyatakan bahwa pelabuhan harus dapat berfungsi dengan baik yaitu dapat melindungi kapal yang berlabuh dan beraktivitas di dalam areal pelabuhan, agar dapat memenuhi fungsinya maka pelabuhan perlu di lengkapi dengan berbagai fasilitas.

Fasilitas pada pelabuhan perikanan terdiri dari beberapa kelompok antara lain:

a. Fasilitas Pokok :
Terdiri atas fasilitas perlindungan seperti breakwater, reventment, dan groin, dalam hal secara teknis diperlukan juga fasilitas tambat seperti dermaga dan jetty,
fasilitas perairan pelabuhan seperti kolam dan alur pelayaran penghubung seperti jalan drainase, gorong-gorong dan jembatan serta lahan pelabuhan perikanan.

b. Fasilitas fungsional:
Terdiri atas berbagai fasilitas pelayaran kebutuhan lain di areal pelabuhan seperti bantuan nafigasi, layanan transportasi, persediaan kebutuhan bahan bakar, penangan dan pengolahan ikan, perbaikan jaring, bengkel, komunikasi, dan sejenisnya

c. Fasilitas penunjang
Terdiri atas penunjang kegiatan seperti mess operator, pos jaga, pos pelayanan terpadu, peribadatan, Mck, kiaos dan sebagainya

Peruntukan Perikanan Tangkap




Pengembangan Kawasan Perikanan Tangkap Lebih Mengarah Kepada Perikanan Tangkap Laut adalah:

1. Pengembangan komoditi utama perikanan meliputi: kabupaten pacitan, kabupaten trenggalek, sendang biru di kabupaten malang, puger di kabupaten jember, dan kawasan potensial lainya meliputi ujung pangkah di kabupaten gresik, brondong di kabupaten lamungan, pondok mimbo di kabupaten situbondo, bulu di kabupaten tuban, dan Pasongsongan di kabupaten sumenep

2. Pengembangan Pelabuhan Perikan Nusantara (PPN) meliputi: prigi di kabupaten trenggalek dan brondong di kabupaten lamongan

3. Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) meliputi: muncar di kabupaten banyuangi, puger di kabupaten jember, pondok dadap sendang biru di kabupaten malang, mayangan di kabupaten probolinggo, lekok di kabupaten pasuruan, tamperan di kabupaten pacitan dan bawean di kabupaten gresik

4. Pengembangan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) meliputi: pancer di kabupaten banyuangi, bulu di kabupaten tuban, dan Pasongsongan di kabupaten sumenep

Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikan

Pengolahan dan pemasaran hasil perikanan meliputi: kabupaten banyuangi, kabupaten blitar, kabupaten gresik, kabupaten lamongan, kabupaten malang, kabupaten pacitan, kabupaten pasuruan, kabupaten sidoarjo, kabupaten sumenep, kabupaten trenggalek, kabupaten tuban, dan kota probolinggo

Arahan Pengolahan Kawasan Perikanan ialah:

1. Pemertahanan, perehabilitasian, dan perevitalisasian tanaman bakau/mangrove dan terumbu karang

2. Pengembangan perikanan tangkap dan perikan budi daya

3. Penjagaan kelestarian sumber daya terhadap pencemaran limbah industri

4. Pengendalian pemanfaatan sumber daya di wilayah pesisir melalui penetapan rencana pengelolahan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil

5. Pengembangan sarana dan prasarana pendukung perikanan

6. Peningkatan nilai ekonomi perikanan dengan meningkatkan pengolahan dan pemasaran hasil perikan, dan

7. Pengembangan kelembagaan kelompok nelayan ke arah kelembagaan ekonomi/koperasi.

Rabu, 01 Mei 2013

MASJID AGUNG SUMENEP

Masjid Agung sumenep terletak di kawasan alun-alun atau jantung kota sumenep

masjid agung ini berarsitektur unik dan hampir tiada duanya di nusantara.

Dalam prasasti masjid agung keraton sumenep yang ditulis dengan huruf arab pegon dan jawa kuno,

Pada sisi kiri dan kanan pintu gerbang bangunan masjid, di tulis bahwa masjid tersebut di bangun pada 1779 masehi atau 1193 hijriah oleh panembahan somala

Awal cerita pada saat itu masjid tersebut adalah masjid keraton sumenep pertama atau masjid laju sudah tidak dapat menampung jama'ah,

Penembahan somala Atau Di kenal Pangeran Natakusuma I yang memiliki nama asli aria asirudin natakusuma ini kemudian berinisiatif untuk mendirikan masjid monomental yang punya daya tampung lebih dari 2.000 orang

Beliau lalu mengangkat pamannya kiai pekkeh menjadi kepala tukang, dalam perencanaan kiai pekkeh kesulitan menangkap keinginan panembahan somala, sehingga beberapa bulan pembangunan masjid tidak terlaksana

Lalu panembahan somala melakukan sholat istikharah dan kemudian mendapatkan petunjuk bahwa di desa Pasongsongan ada tukang keturunan bangsa cina.

Ternyata petunjuk itu benar, salah seorang tukang tersebut keturanan cina bernama lauw phia ngo, cucu dari lauw khun thing.

Dan pada saat itu juga panembahan somala memberi kebebasan pada lauw phia ngo untuk melalukan ekspresi seni pada pembangunan masjid sehingga terciptalah masjid agung yang monomental tersebut

Arsitek yang ber-etnis tionghua telah menorehkan unsur budaya cina pada seni bina bangunan masjid ini selain itu lauw phia ngo juga menyatukan seni arab, Persia, Jawa, Dan India Menjadi Satu Kesatuan Yang Utuh Pada Bangunan Masjid Agung Sumenep Ini.

Selasa, 30 April 2013

NELAYAN PASONGSONGAN ENGGAN MELAUT

Nelayan Desa Pasongsongan Enggan Melaut
Kali Ini Bukan Karena Cuaca Buruk Yang Extrim
Melainkan Adanya Himbauan Yang Disiarkan Bahwa Pada Tanggal 2 - 5 Mei Akan Di Adakan Latihan Perang Gabungan

Dalam Siaran Menghimbau Kepada Seluruh Para Nelayan Khususnya Nelayan Desa Pasongsongan Untuk Tidak Melaut Pada Tanggal 2 - 5 Mei Demi Keselamatan

Karena Himbauan Dalam Siaran Itulah Para Nelayan Desa Pasongsongan Enggan Melaut

Enggannya Para Nelayan Desa Pasongsongan Ini Selain Karena Adanya Himbauan Juga Karena Musim Ini Tadha' La'kala'an Istilahnya Adalah Kalaupun Melaut Hasil Tangkapannya Pasti Kurang Dari Pokok

Lalu Benarkah Akan Ada Latihan Perang Gabungan Di Pesisir Utara Atau Laut Jawa?

Surabaya - Sebanyak 42 KRI Dari Berbagai Jenis Milik TNI AL Dikerahkan Untuk Mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 Yang Akan Berlangsung Di Situbondo Jawa Timur, 2 - 5 Mei 2013

Kepala Staf AL (Kasal) Laksamana TNI Marsetio Di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya Memimpin Gelar Pasukan TNI AL Sekaligus Menginspeksi Kesiapan Unsur-unsur Tempur Laut Yang Akan Terlibat Dalam Latihan Gabungan Tersebut

Total Personel TNI AL Yang Terlibat Mencapai Sekitar 6.000 Pasukan
Ini Bertujuan Meningkatkan Profesionalisme Prajurit TNI Dalam Melaksnanakan Operasi Militer Guna Menguji Kemampuan Satuan TNI Dalam Merencanakan, Melaksanakan, Dan Mengendalikan Mekanisme Operasi Gabungan

Sementara Itu Pangkostrad Letjen TNI M. MUNIR Selaku Pangkogab Latgab TNI tahun 2013 Menegaskan Bahwa Latihan Gabungan TNI 2013 Merupakan Latgab Yang Lebih Besar Dari Latgab Sebelumnya

Didampingi Dankodiklat TNI Selaku Wadirlat Latgab TNI Tahun 2013, Wairjen TNI Selaku Ketua Tim Penilai Latgab TNI Tahun 2013, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono Dan Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso Selaku Danpasrat Latgab TNI 2013

Latgab TNI 2013 Telah Diawali Dengan Latposko Di Mako Divisi I / Kostrad Cilodong Pada 9 - 19 April 2013 Lalu Latihan Umum (Latum) Atau Latihan Pendahuluan Di Laut Jawa Dan Sitobondo Jawa Timur Pada 2 - 5 Mei 2013

PILKADES DESA PASONGSONGAN KECAMATAN PASONGSONGAN

Pada hari senin 13 mei 2013
Kecamatan Pasongsongan akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades)

Ini menurut hasil rapat forum pimpinan daerah (forpinda) dan juga dari surat edaran (SE) bupati sumenep nomer: 141/374/435.012/2013 tanggal 12 april 2013 memutuskan jadwal pilkades

Ada dua calon yang akan bersanding di panggung pemilihan kepala desa untuk desa Pasongsongan ini yakni:
1. Drs. Salamin
dan
2. Rasid Busanto

Sabtu, 13 April 2013

PASONGSONGAN



Pasongsongan adalah sebuah kecamatan di kabupaten sumenep propinsi jawa timur
terletak di paling ujung barat kota sumenep tepatnya sebelah barat kecamatan ambunten dan sebelah timur kecamatan pasean kabupaten pamekasen.
Jadi kecamatan pasongsongan adalah perbatasan kabupaten sumenep dan kabupaten pamekasan
Kecamatan pasongsongan sendiri terbagi dari beberapa desa yaitu: panaongan, pandangdangan, soddara, lebeng barat, lebeng timur, campaka, montorna, rajun, dan prancak.
Pasongsongan memiliki potensi alam yang sangat besar terutama dalam potensi laut atau perikanan dan potensi pertaniannya


Begitu juga dengan seni dan budaya pasongsongan begitu kaya dan beragam diantaranya yaitu: mancak kampong yaitu semacam seni bela diri, sandor renang seni suara dan musik tradisonal biasanya ada dalam acara rokat stiap tahunan sebelum panen ikan atau pocokan sekitar pada bulan mei, juni. atau juli.
saronen, macopat atau mamacah, hadrah, dan tong-tong
kerapan sapi, pajengan atau sapi sonuk, cangke'an, rokat tasek atau petik laut, sagedduk atau acara mauludan dan pojhien
Di dalam dunia kuliner pasangsongan juga memeliki beberapa aneka kuliner yang khas di antaranya: nasi buthu' atau nasi lemak, nasi buggul, nasi urap, dan sompeng.
Minuman yang paling khas adalah pokak dan crancam
Pasongsongan juga terkenal dengan petis ikannya yang memang memeliki cita rasa tersendiri selain itu ada juga bakso ikan laut, pattek, lado, rangginang, tattabun, lemmpok, met-temmet, belos, dan brubik.
Dari semua jenis kuliner diatas pasongsongan juga memiliki satu icon kuliner yang paling terkenal dan bahkan fenomenal yaitu: ikan sengngi'